BIN : Tembung Merupakan Basis Baru ISIS Di Medan


Muhammad Ilham Saputra, warga Gang Elang, Jalan Sidomulyo, Tembung, Medan, Sumatera Utara merupakan WNI yang bertempur bersama milisi Maute di Marawi, Filipina.
Pada April 2017 lalu, ia sempat diduga tewas dalam serangan yang dilakukan militer Filipina.

Namun, baru-baru ini aparat Filipina menangkapnya setelah menyisir kawasan yang dikuasai kelompok yang berafiliasi dengan ISIS selama beberapa bulan terakhir.PokerOnlineIndonesia
Kepala Kepolisian Provinsi Lanao del Sur, John Guyguyon, mengatakan aparat keamanan Filipina menangkap seorang pria warga negara Indonesia di wilayah konflik Marawi ketika berusaha melarikan diri melewati danau, Rabu (01/11/2017).


WNI itu diindentifikasi berusia antara 22 hingga 23 tahun dan dilaporkan bernama Muhammad Ilham Shaputra, yang mengaku berasal dari Medan, Sumatra Utara.PokerOnlineIndonesia
"Ia adalah bagian dari pengepungan dan pertempuran awal di Piagapo," kata John Guyguyon yang wilayah kerjanya meliputi Marawi, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

BACA JUGA  : SISWI SMK BERCADAR
BACA JUGA  : JET AS TEMBAK NUKLIR KE SEMENAJUNG KOREA
Tribun-medan.com menyambangi rumah  Ilham di Gang Elang, Jalan Sidomulyo, Tembung, Medan, Jumat (3/11/2017)Rumah Ilham berkisar 20 meter dari gang, berwarna hijau dengan jendela kaca hitam. Perempuan berbaju hitam yang mengaku kakak tertua Ilham saat ditemui terkesan irit bicara.

Dia tak mau identitasnya dipublikasikan, tapi hanya menyebut Ilham adik bungsunya. 
"Anggapan kami, ya kalau memang ini jalannya, ya kami masing-masing meneruskan hidup. Anak-anak saya ada. Nanti lama-lama sakit pula kami semua memikirkan itu, ya udahlah kalau begitu jalannya," katanya.PokerOnlineIndonesia
Dia mengatakan keluarga tak mau mengambil risiko untuk menambah sakit yang diderita ayah mereka Sulaiman soal kabar terbaru Ilham.



"Kemarin dibilang sudah meninggal, dan dari situ membuat ayah kami drop dan hampir stroke. Sekarang baru dengar kabar masih hidup. Kami nggak tahu mau bilang apalagi.

Kami cuma bisa pasrah dan jangan membuat ayah semakin parah nantinya karena ini semua," jelasnya.Setelah menjawab pertanyaan ini, keluarga Ilham yang lain bergegas untuk menutup pintu.
"Kami mau istirahat jangan diganggu. Tolong kami ya pak," pungkas wanita berbaju tidur tersebut.

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.